Disnakertrans akan ambil Langkah Hukum

Disnakertrans akan ambil Langkah Hukum

Selasa, 30 April 2019, 9:34:00 PM
Pasang iklan



Karawang - Rapat fasilitasi permasalahan upah antara PT. Asietex Sinar Indopratama dengan Serikat Pekerja Pribumi (SPP) dan SPM GSBI yang di fasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Senin 29 April 2019 lalu.


Namun dari hasil rapat fasilitasi tersebut ada pihak yang merasa tidak puas atas hasil kesepakatan yang telah di buat, yaitu SPM GSBI. Ungkapan ketidak puasan tersebut di luapkan pada ruang publik Facebook dengan nama akun Sidik Mustofa yang mengungkapkan sikap penolakannya atas kesapakatan upah di angka Rp 4 juta.


Menyikapi sikap dari Ketua SPM GSBI, tim kuasa hukum Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnaker) Karawang, Wahyu Anggara Putra mengatakan. “Ungkapan kekecewaan sah - sah saja, tapi setelah kami pelajari, isi dari tulisan saudara Sidik ini lebih ke arah framing yang tujuannya penggiringan opini. Coba lihat saja judulnya, dia menulis judul tulisan pada akun Facebook pribadinya yang dapat merugikan nama baik Disnakertrans secara kelembagaan, dengan judul ‘Disnakertrans Kabupaten Karawang Rampas Upah Buruh PT. Asietex Sinar Indopratama’. Ini kan menjadi masalah, khusunya pada kalimat rampas upah buruh.”,


“Tim saya sudah melakukan komunikasi dengan pak Kadisnakertrans maupun dengan Ketua Serikat Pekerja Pribumi (SPP) via telephone. SPP ini memang benar - benar serikat pekerja yang pengurus dan anggotanya memang benar - benar bekerja di PT. Asietex Sinar Indopratama.”,


“Dari pernyataan Ketua SPP yang bernama Muhidin alias Bodong. Dia mengatakan, kalau anggota SPP yang notabene sebagai pekerja di PT. Asietex Sinar Indopratama menerima atas kesepakatan tersebut. 


Pasalnya, SPP menerima kesepakatan tersebut, karena memang kemampuan perusahaan tidak dapat di paksakan. Dari pada kemampuan perusahaan hanya mampu bertahan lamanya 3 Bulan, lalu bagaimana dengan nasib pekerja yang jumlahnya banyak ini? Harus berpikir rasional dong, sudah banyak perusahaan yang hengkang dari Karawang, dan berpindah ke daerah lain yang upahnya jauh lebih murah dari Karawang.”,


“Ini persoalan nasib orang banyak yang perlu di pikirkan, kalau sampai perusahaan hengkang, siapa yang mau bertanggung jawab dengan nasib sekian banyak pekerja? Saya anggap sikap bijaksana yang di ambil oleh SPP sudah sangat tepat, karena SPP berpikir nasib anggotanya.”,


Saat di singgung soal status facebook Ketua SPM GSBI, apakah pihaknya akan menempuh upaya hukum atau tidak? Wahyu mengatakan. “Kami masih mempertimbangkannya, dan saya perlu komunikasi lebih lanjut dengan pak Kadisnaker, karena selain tulisan saudara Sidik, ada juga akun facebook lainnya yang bernama ‘Ismett Inoni Salawa’ yang berisi ‘Disnakertrans kok melakukan praktek menjadi konsultan perusahaan, coba telusuri waktu masuk PNS Kadisnya pake nyogok tuhhh!’. Hal seperti ini kan tindakan yang tidak bijak, ketika sudah sebut - sebut dan tuduh Kepala Dinas seperti itu, jelas sangat merugikan pribadi pak Kadisnaker.”,

TerPopuler