Praktisi Hukum : Jika Masih Ada Kecurangan Pileg, Sungguh Sangat Nekad

Praktisi Hukum : Jika Masih Ada Kecurangan Pileg, Sungguh Sangat Nekad

Kamis, 18 April 2019, 8:39:00 PM
Pasang iklan



Karawang - Dalam sebuah kontestasi politik, kalah atau menang itu sudah biasa. Bagi seorang petarung yang gentle, siap menang dan siap kalah. Tapi tidak demikian bagi pihak yang ambisius, berbagai macam cara akan di lakukan untuk menang sampai menduduki kursi jabatan yang di inginkannya.


17 April 2019 merupakan Tahun kontestasi politik, di mana Pemilihan Umum (Pemilu) di lakukan serentak. Dari mulai Pemilihan Legiatif DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi, maupun DPR RI dan juga Pilpres. Potensi kecurangan bisa saja terjadi, khususnya dalam Pileg.


Praktisi hukum muda Karawang, Wahyu Anggara Putra berpendapat. "Permasalahan kecurangan pencurian suara biasa terjadi di internal Partai Politik (Pileg), dan itu banyak terjadi pada saat Pileg 2014 lalu. Tapi pertanyaannya, apakah dengan sistem yang super canggih dan serba digital seperti sekarang ini, hal demikian masih dapat di lakukan? Kalau masih terjadi pada Pemilu 2019 ini, sungguh pelakunya sangat nekad sekali.",


"Saya sangat mengapresiasi langkah Markas Cabang Laskar Merah Putih (Marcab) LMP Purwakarta yang dengan suka rela akan mengawal perhitungan suara sampai dengan rapat pleno KPUD. Ya walau pun secara logika, sulit rasanya kecurangan pencurian suara sesama Caleg di internal Partai terjadi di Pemilu 2019 sekarang, karena sudah menggunakan sistem digital.",


"Tapi itu tadi, segala kemungkinan bisa saja terjadi? Maka antisipasi yang di lakukan LMP Marcab Purwakarta patut di apresiasi, sebagai fungsi pengawasan eksternal dari unsur masyarakat.",(Red)

TerPopuler