Akibat Kekeringan Petani Terpaksa mamfaatkan Air Limbah

Akibat Kekeringan Petani Terpaksa mamfaatkan Air Limbah

Selasa, 02 Juli 2019, 5:28:00 PM
Pasang iklan


Karawang - Cadangan air irigasi di wilayah Jatisari, Karawang, mulai menipis. Terlebih di saat musim kemarau. Untuk mengantisipasi hal tersebut, petani harus memanfaatkan air tercemar limbah Selasa, 02/07/2019.


Kesulitan untuk mendapatkan air irigasi terjadi sejak musim kemarau. Beberapa tanaman padi dan cabai petani tidak sedikit yang mati akibat kurangnya mendapatkan air.




"Para petani memanfaatkan air limbah buangan untuk mengairi tanaman mereka agar tetap hidup. Air dari saluran buangan ini disedot dan disalurkan ke areal tanaman cabai," kata salah seorang petani cabai di Desa Jatisari, Warta seperti dikutik Media


Meski air buangan tersebut kotor dan berbau, mereka tetap menggunakannya untuk mendapatkan pasokan air irigasi. Hal ini karena di daerah tersebut semua sumber air bersumber dari bendungan Barugbug.


"Air limbah di sini dari limbah industri wilayah hulu sungai Cilamaya, yang mengairi ribuan hektar areal sawah," jelasnya.


Selama ini areal sawah di wilayah Jatisari selalu mengalami kekurangan air irigasi saat musim kemarau. Selain curah hujan sedikit, wilayah ini jauh dari sumber air, sehingga air yang terkontaminasi limbah industri dari bendungan Barugbug dimanfaatkan petani.


Kades Situdam Iwan Kurniawan mengatakan untuk mengairi sawah yang kering, petani harus mengeluarkan biaya tambahan yaitu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin pompa.


"Jumlah BBM yang diperlukan juga bervariatif, tergantung luasan lahan dan jenis pompa. Untuk pompa kecil, dalam semalam menyedot air, bisa menghabiskan habis bensinnya 34 liter," imbuhnya.


Air dari saluran buangan ini disedot dan disalurkan ke sawah petani. Gelontoran air limbah ini sampai menimbulkan gumpalan buih yang cukup besar.ujar Kades Iwan


Iwan Menambahkan Meski air buangan tersebut kotor dan berbau, mereka tetap menggunakannya. Hal ini karena di daerah tersebut semua sumber air telah mengering.


"Air limbah untuk mengairi sawah di sini dari limbah industri.


Iwan berharap Satgas Citarum Harum bisa mengembalikan air sungai di barugbug menjadi normal seperti dulu, bisa di pake mencuci oleh ibu ibu rumah tangga,dan tidak bau lagi.


saya himbau juga agar satgas citarum harum benar benar bisa melaksanakan amanah sesuai Perpres nomor 15 tahun 2018. pungkasnya 

(Red/Dadang Aripudin)

TerPopuler