"Aliansi Ormas : Kami Bukan Meminta Jatah, Tapi Kami Tagih Perjanjian Kerja Sama"

"Aliansi Ormas : Kami Bukan Meminta Jatah, Tapi Kami Tagih Perjanjian Kerja Sama"

Rabu, 03 Juli 2019, 8:02:00 PM
Pasang iklan




Karawang - Soal adanya rencana aksi unjuk rasa satu pekan yang akan di lakukan oleh aliansi LSM dan Ormas Karawang, dari tanggal 3 - 10 Juli 2019 dengan tuntutan mempertanyakan terkait perjanjian kerja sama yang tertuang dalam Surat Perintah Kerja (SPK) limbah ekonomis milik PT. Plasindo dengan PT. Putra Perbangsa Jaya.


Sesepuh Aliansi LSM dan Ormas, yang juga Ketua LMP Marcab Karawang, H. Awandi Siroj Suwandi membantah tuduhan pihak management PT. Plasindo yang mengatas namakan warga. "Kami ini bukan mau minta jatah limbah akan tetapi minta ke PT. Plasindo yang sudah membuat perjanjian dengan PT. Putra Perbangsa Jaya Mandiri untuk menjalankan perjanjian tersebut yang sudah di buat apa lagi telah melalui mekanisme proses yang cukup alot yg di tangani langsung oleh Forum Kominda serta unsur pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dengan kesimpulan bahwa PT. Putra Perbangsa Jaya Mandiri tetap melakukan perbuatan hukum yg di sepakati dan di tanda tangani oleh unsur Muspida Karawang.",



"Bahkan untuk urusan lingkungan, pada saat awal di buatnya perjanjian kerja sama antara PT. Putra Perbangsa Jaya Mandiri dengan PT. Plasindo, kami selaku pihak yang sadar akan adanya kerja sama dengan perusahaan yang berada di lingkungan setempat, kami sudah buktikan kepedulian kami terhadap lingkungan dalam bentuk CSR, bukti - bukti dalam bentuk dokumen surat mau pun dalam bentuk dokumentasi photo bisa kami buktikan.",


"Justru kami bingung atas motifasi pihak yang mengeluarkan statement, yang seolah - olah warga merasa terganggu dengan agenda aksi kami? Hubungan kami dengan lingkungan baik kok! Buktinya pada saat aksi terdahulu, kami baik - baik saja dengan warga lingkungan.",


"Jangan lah kedua orang ini membuat opini menyimpang yang mengarah pada provokasi terhadap warga lingkungan, seolah - olah  posisi kami meminta jatah limbah ekonomis, dan sudan di berikan tapi masih meminta.",


"Ingat! Kami bukan memeras dan mengemis, kami beli kok. Ada pun jenis barang sudah di berikan kepada kami, bukan jenis limbah yang bernilai ekonomis. Boleh di check dan di survey ke gudang PT. Putra Perbangsa Jaya Mandiri. Itu limbah yang tidak bernilai ekonomis, itu pun kami beli, bukan gratisan. Silahkan check saja ke gudang, itu jumlahnya ada sampai 40 ton, sampai saat ini masih menumpuk di gudang.",


"Dan yang tidak kalah penting soal pernyataan kedua narasumber tersebut, mengatakan bahwa "hubungan kerja sama antara PT. Plasindo dengan PT. Putra Perbangsa Jaya Mandiri telah di putus. Padahal berdasarkan hasil rapat mediasi pada tanggal 10 Februari 2019 dengan Nomor Surat : 005/608/Kesbangpol yang di tujukan pada PT. Putra Perbangsa Jaya Mandiri yang bersifat penting yang merujuk pada Surat Keputusan Bupati Karawng Nomor : 300.05/kep.52-Huk/2019 tentang Tim Terpadu Penaganan Konflik Sosial tingkat Kabupaten dan menindal lanjuti hasil rapat mediasi tanggal 7 Februari 2018 bertempat di ruang rapat Bupati lantai 2.",


"Sehingga terjadi rapat mediasi pada Hari Rabu, tanggal 13 Februari2019, pukul 13:00 WIB sampai selesai. Di mana dalam kesimpulan rapat tersebut yang di sepakati dan di tanda tangani oleh peserta rapat, poinnya yaitu. Demi kondusifitas di walayah Kabupaten Karawang, bahwa PT. Putra Perbangsa Jaya Mandiri yang beralamat di Dusun Sembang, RT. 03/RW 05, Desa Belendung, Kecamatan Klari. Masih tetap melaksanakan perbuatan hukum terkait limbah ekonomis di PT. Plasindo Lestari yang beralamat di Kampung Sadang, Desa Purwasaru, Kecamatan Purwasari.",


"Artinya kan jelas, tidak serta merta PT. Plasindo menganggap sudah putus hubungan kerja sama dengan PT. Putra Perbangsa Jaya Mandiri. Ini kok tiba - tiba ada orang management yang mengatas namakan warga lingkungan, bahwa kerja sama sudah di putus. Dalam hal ini, kami mencurigai adanya sebuah managament issue yang di bangun untuk membenturkan kami dengan warga lingkungan.",


"Saya perlu pertanyakan posisi kedua narasumber tersebut, apakah betul warga lingkungan setempat? Sementara yang saya ketahui. Mereka adalah bagian dari management dan serikat pekerja yang bukan asli warga lingkungan perusahaan. Kok tiba - tiba mengatas namakan lingkungan?",

TerPopuler