Kado Istimewa Hari Jadi Purwakarta, PAD Purwakarta penuh misteri

Kado Istimewa Hari Jadi Purwakarta, PAD Purwakarta penuh misteri

Minggu, 21 Juli 2019, 3:26:00 PM
Pasang iklan





Vnews.co.id - Dalam hari jadi Purwakarta yang ke 188 tahun dan kabupaten Purwakarta yang ke 51 Tahun dihadiahi kritikan dari Team Kajian Kelas Anggaran Sektor Kebijakan Publik (Klasik). Ketua team Klasik Septio Ali Reza,  mengatakan bahwa di hari jadi Purwakarta ini dengan berbagai acara yang sangat megah dan menguras biaya yang tidak sedikit ini memiliki sisi lain yang berbeda dengan kemegahan yang dinikmati karena  disisi lain bahwa  pemerintah daerah belum mampu mengenjot Pendapat Asli Daerah  kabupaten Purwakarta untuk meningkatkan pendapat daerahnya. 


Septio mengungkapkan bahwa " PAD dari Pajak daerah selalu tidak sesuai dengan  anggaran yang sudah di tetapkan, dalam realisasinya slalu jauh dari kata target. Khususnya mengenai pajak BPHTB yang jauh dari kata target bahkan dari tahun ke tahun selalu tidak terealisasi sesuai Anggaran yang sudah ditetapkan. Sebenarnya ini ada misteri apa dalam merealisasikan PAD yang selalu tidak tercapai?. " ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa Bukan hanya dari sisi Pendapatan daerah saja kabupaten Purwakarta perlu berbenah, akan tetapi dari sisi belanja daerah juga harus dibenahi. Agar tidak mengalami defisit anggaran dan agar tidak memiliki kewajiban terhadap pihak ke tiga.


"Ini artinya Purwakarta perlu mengkaji ulang postur APBD , jangan hanya main ketok palu saja. Sedangkan aspek-aspek kajian tidak diperhatikan bahkan sering di abaikan. Harusnya Pemda melalui eksekutif dan DPRD lebih cermat dalam menentukan angka-angka agar tercapai PAD yang maksimal". Jelasnya.


Kecerobohan dalam menentukan angka-angka yang tidak memperhatikan perkiraan yang terukur secara rasional, ini mengakibatkan ketergantungan kepada pemerintah pusat serta dampak lainnya juga. "Jelas ini akan berdampak pada kemandirian keuangan daerah. Jika kita selalu seperti ini jangan harap kabupaten Purwakarta akan sejahtera dan mandiri". Tambah pria yang juga aktivis tersebut. 


Menurutnya Masyarakat juga harus cerdas dalam mengamati Anggaran APBD, karena tidak ada jaminan bahwa Purwakarta mendapat opini WTP dari BPK bebas dari kasus-kasus KKN. Meski mendapat opini WTP masih banyak temuan-temuan kasus dalam temuan BPK yang belum ditindaklanjuti oleh pemda. Artinya masyarakat Jagan terlalu percaya bahwa Purwakarta itu sedang baik-baik saja padahal sedang sakit dalam masalah keuangan daerah. 


"Sebenarnya temuan-temuan dari hasil periksaan BPK itu bisa menjadi evaluasi serta saran atas temuan itu harus dijalankan  dan apabila ada temuan penyelewengan Anggaran pihak BPK bisa langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini KPK untuk melakukan pemeriksaan, mengungkap  dan menangkap oknum-oknumnya". Tutupnya.(irwan)

TerPopuler