Kapolres Majalengka Bersama Pengurus Bhayangkari Jenguk PMI Arab Saudi Korban Penganiayaan Di RSUD Majalengka

Kapolres Majalengka Bersama Pengurus Bhayangkari Jenguk PMI Arab Saudi Korban Penganiayaan Di RSUD Majalengka

Sabtu, 06 Juli 2019, 4:27:00 PM
Pasang iklan


MAJALENGKA - Polres Majalengka, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono,S.I.K.,M.Si didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Ny Fujci Mariyono beserta pengurus Bhayangkari Cabang Majalengka menjenguk PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Arab Saudi korban penganiayaan kedua majikannya hingga mengalami sejumlah luka-luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Majalengka. Sabtu (6/7/2019).

Nasib malang menimpa Tasini, perempuan 41 tahun, asal Blok Loji, Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.
Tasini yang menjadi buruh Migran di Arab Saudi ini, disiksa oleh kedua majikannya hingga mengalami sejumlah luka-luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Majalengka.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono,S.I.K.,M.Si dalam kunjungannya mengatakan Kepedulian Polres Majalengka bersama Pengurus Bhayangkari menengok Ibu Tasini sebagai Korban PMI di Arab Saudi dan berdasarkan pengakuan korban, kedua majikannya di Arab Saudi seringkali melakukan penyiksaan.

Meski kondisi fisik korban melemah. Namun, korban terus dipaksa bekerja dan terus mengalami penyiksaan. Tasini dipukuli terus dengan tongkat dan pemukulan itu terus dilakukan sampai tongkat tersebut patah. “Tangan korban pun sampai saat ini masih mengalami bengkak-bengkak dan lebam,” katanya.

Menurut dia, penyiksaan terus berlanjut, sejak mulai ia bekerja. Kondisi korban semakin memburuk tetapi penyiksaan terus berlanjut. Korban pun disiksa dengan ekstrem. “Alasan korban disiksa oleh majikannya, dengan dalih lantaran Tasini tidak bisa bekerja selama jadi PMI,” ujarnya.

Sementara itu, korban direkrut pada Agustus 2018 oleh seseorang warga Mekarsari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, melaui jalur non prosedural alias ilegal. Sementara, proses pemulangan korban sendiri ke Tanah Air, lantaran korban mengalami kritis dan ia pun sempat dilarikan ke rumah sakit di Arab Saudi oleh majikannya.

“Namun diduga pihak majikannya ketakutan terjadi sesuatu terhadap Tasini, akhirnya korban pun langsung dipulangkan ke Indonesia dan itu pun telantarkan di bandara dengan hanya diberikan tiket begitu saja,” paparnya. “Selanjutnya korban bisa pulang ke tanah air dan saat ini korban pun masih menjalani perawan di RSUD Majalengka,” tukasnya. (Red/Slh)

TerPopuler