Komnas Perlindungan Anak, Akhirnya PD Djarum meniadakan Brand Image Djarum dan Jersey

Komnas Perlindungan Anak, Akhirnya PD Djarum meniadakan Brand Image Djarum dan Jersey

Senin, 09 September 2019, 9:23:00 AM
Pasang iklan

Vnews.co.id - Jakarta, Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak mengatakan bahwa tidaklah terbantahkan bahwa penggunaan Brand Image Djarum dan Jersey yang dipakai anak sebagai peserta Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum yang diselenggarakan PB Djarum.(8/9/2019)

 Menurutnya bahwa itu merupakan  iklan terselubung Rokok Djarum dan merupakan praktek eksploitasi terhadap anak yakni memanfaatkan anak untuk memperkenalkan kepada anak bahwa  rokok adalah produk normal. 

Disamping itu, tidaklah juga bisa terbantahkan dan terpisahkan bahwa brand image Djarum dan Jersey yang digunakan peserta audisi identik dengan Rokok Djarum.

"Ini terkesan adalah cara jitu industri rokok memperkenalkan produknya kepada anak. Dengan acara ini ribuan anak-anak secara tidak langsung diperkenalkan dengan rokok".ungkapnya kepada awak media. 

Lanjut, Oleh sebab itu, dalam perspektif perlindungan anak dari bahaya zat adiktif termasuk bahaya rokok dan demi kepentingan terbaik anak atas haknya terhadap  kesehatan dasar.

Tidaklah berlebihan  jika Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi independen yang diberikan mandat tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlidungan Anak menolak secara tegas segala bentuk iklan, promosi dan sponsor rokok dikalangan anak-anak melalui pencarian minat dan bakat anak atas olahraga bulutangkis.

Lebih jauh Arist menjelaskan, bahwa target sasaran iklan, promosi dan sponsor rokok adalah anak-anak remaja sebagai pengganti perokok  yang sakit dan bahkan meninggal dunia, oleh sebab itu Komnas Perlindungan Anak secara Total (Total ban) menolak segala bentuk Iklan promosi dan sponsor rokok.

Arist mempertegas lagi, semua orang tahu bahwa anak korban eksploitasi industri rokok secara "subsitusi" selalu menempatkan bahwa remaja adalah target pasar untuk menggantikan rokok senior yang sudah meninggal atau berhenti merokok.

Kemudian secara "kontinuitas" industri rokok mengatakan bahwa semakin Dini remaja merokok semakin besar keuntungan bagi ini rokok karena anak adalah bisnis konsumen jangka panjang sementara dalam pendekatan "loyalitas" remaja sangat loyal terhadap merek rokok yang dihisapnya.

Tambah Arist, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi anak menjadi perokok adalah iklan promosi dan sponsor rokok, "akses anak terhadap rokok sebab Rokok dapat dijual batangan dengan harga murah dan ditengah kehidupan masyarakat rokok dianggap hal yang biasa dan normal serta secara sosial orang-orang merokok di mana saja dan kapan saja". Tambah Arist. 

Disamping itu,  industri rokok selalu menargetkan bahwa remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok, sebab mayoritas perokok memulai dan mengenal rokok ketika remaja.

Oleh sebab itu,  perokok remaja telah menjadi faktor penting dalam perkembangan setiap industri rokok. Dalam 50 tahun terakhir ini perokok remaja adalah satu-satunya sumber pokok pengganti.  Jika remaja tidak merokok maka industri rokok akan kehilangan pelanggan. Indonesia berada dalam situasi darurat rokok.

Dengan demikian bersesuaian dengan  dan atas UU RI Nonor :  35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, UU RI tentang Kesehatan serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor : 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif.

Didalam PP tersebut  terteran berupa produk tembakau bagi kesehatan dan melarang menggunakan logo dan brand image produk tembakau memberikan apreasi kepada PB Djarum yang telah memutuskan untuk meniadakan  event audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum yang meggunakan brand Image Djarum dan Jersey.

Brand yang digunakan anak  sepajang pencarian bakat dan minat anak atas olahraga bulutangkis yang disampaikan Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Founfation dalam keterangan persnya di Hotel Aston Imperium Sabtu 07/09. 

Tentu untuk tidak meniadakan atau menghilangkan kesempatan bagi anak-anak dalam mengembangkan haknya  bakat minat dibidang olahraga Bulutangkis dan demi anak-anak terbebas dari eksploitasi industri rokok serta korban dari  iklan rokok terselubung.

Demi kepentingan dan kesepatan anak untuk mengembangkan bakat dan minat  anak pada event Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum yang tengah dilaksakan di Purwokarta, dan akan diselenggarakan di Solo dan diakhiri event ini Kudus  sudahlah tepat dalam Audisi Pencarian bakat dan minat anak membebaskan penggunaan brand image Djarum dan Jersey yang digunakan anak sebagai peserta Audisi. 

Menurut Arist Merdeka,  sangatlah tepat agar anak tidak menjadi korban iklan rokok terselubung dan terhindar dari praktek eksploitasi,  anak-anak sebagai peserta audisi, wajib hukumnya PB Djarum  meminta anak mengunakan kaos dan atau jersey dari masing-masing club yang diwakilinya. 

PB Djarum melakukan audisi di masing-masing club. "Ini adalah cara bijak dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya dibidang olahraga Bulutangkis dan terbebas dari iklan tokok terselubung".ungkap Arist. 
 
Untuk keputusan PD Djarum meniadakan penggunaan brand image Djarum dalam setiap event pecarian bakat dan minat anak dibidang olahraga Bulutangkis yang diselenggarakan Djarum Foundation  termasuk event yang akan dilakukan di Solo dan diakhiri di Kudus, Komnas Perlindungan Anak akan terus memantau kegiatan tersebut, demikian ditambahkan Arist.(red) 

TerPopuler