Nasib Tenaga Kesehatan Sukarela di Takalar Terkatung katung

Nasib Tenaga Kesehatan Sukarela di Takalar Terkatung katung

Sabtu, 23 November 2019, 9:45:00 AM
Pasang iklan




Vnews.co.id -  Takalar (SulSel),Banyak alumni Perawat dan Kebidanan dari berbagai kampus kesehatan  yang tidak merata sebarannya. Banyak juga alumni yang memilih bekerja dikawasan ramai atau perkotaan dan tidak mau ditempatkan di wilayah pedesaan atau terpencil, padahal ada daerah yang menjanjikan upah atau insentif yang memadai. Hal ini memang pilihan yang manusiawi.

 namun ini menyebabkan banyaknya perawat dan bidan yang terpaksa bekerja tidak sesuai dengan disiplin ilmunya.

Ada pula yang bekerja hanya sebagai perawat sukarela di instansi kesehatan seperti Rumah sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu). 

Para perawat dan bidan ini bekerja secara sukarela. Mungkin mereka beranggapan daripada menganggur tidak masalah menjadi sukarela.
 Namun tak dapat dipungkiri nasib perawat sukarela kini semakin tak menentu, banyaknya sukarelawan di instansi kesehatan menjadi polemik tersendiri.

Sukarela berarti kemauan sendiri atau dengan kata lain rela hati tanpa menuntut upah atau gaji. Jadi, perawat sukarela ini hanya datang bekerja tanpa mengharapkan apa-apa selain agar ilmu yang dipelajari selama kuliah dapat terasah terus dan tidak terlupakan.

 Meski demikian, ada juga instansi kesehatan yang memberikan upah namun tidak seberapa.

Contohnya, seperti,salah satu Puskesmas yang ada di Takalar. Mereka hanya diberi upah seadanya saja dan tidak menentu nilainya . Itu pun diterima sekali dalam tiga bulan belum lagi Pengangkatan sebagai tenaga honorer tetap Terkesan tidak adil.

 Secara logika, upah sebesar itu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

 Mirisnya nasib seperti itu dialami oleh beberapa perawat dan bidan yang sudah bekerja bertahun tahun bahkan belasan tahun dan beberapa Tenaga sukarela Kesehatan ini juga Memprotes adanya ketidak adilan itu.

Kepada Media ini beberapa waktu yang lalu Tenaga sukarela yang Mengabdikan diri di salah satu Puskesmas yang ada di Takalar.

Iya Mengatakan bahwa" kami sudah bertahun tahun Mengabdi masa yang di angkat jadi tenaga honorer tetap yang tidak pernah Masuk dan Mereka dapat SK dari dinas" kami merasa tidak mendapat kan keadilan dari Pemerintah.


kejadian serupa di atas juga terjadi di beberapa puskesmas yang ada di Takalar. Bahkan  perawatnya hanya digaji seadanya saja dan sudah bertahun tahun mengabdi belum ada SK.

 Hal inilah yang memicu timbulnya Kecemburuan sosial di kalangan Tenaga Suka rela Kesehatan Yang bekerja di wilayah Kabupaten Takalar.


Lanjut di katakan "Tenaga Sukarela ini saat di Konfirmasi oleh Media ini. pemerintah mestinya menekankan kepada kepala Dinkes, Rumah Sakit,Puskesmas, agar perawat dan bidan yang berstatus sukarela diberi upah yang layak.

mereka juga Mengatakan agar Pemerintah kab- Takalar bisa memberikan solusi kepada perawat dan bidan sukarela yang telah mengabdi bertahun tahun,

merekaberharap"Persoalan ini bisa  menjadi acuan untuk pemerintah dalam membuat kebijakan regulasi yang jelas tentang aturan perekrutan tenaga kerja dan kejelasan upah yang perlu diberikan agar nasib perawat sukarela tidak terkatung – katung"katanya


 Selain itu, lapangan kerja medis untuk lulusan keperawatan dan Kebidanan semakin dibuka lebar dan dipastikan gajinya."ungkapnya

Persoalan ini sebenarnya terdapat dalam Nawa Cita Presiden Jokowi yakni berfokus pada upaya dan promosi percepatan peningkatan kesehatan masyarakat. Untuk mewujudkan itu, tentu diperlukan tenaga medis salah satunya perawat sebagai penyedia layanan di Rumah Sakit dan wadah medis lainnya guna memberikan pelayanan prima terhadap kesehatan masyarakat. Karena itulah apa jadinya jika perawat tidak diperhatikan statusnya di tengah tanggung jawabnya yang besar"tutupnya  (Hendra SH)

TerPopuler