Generasi Muda Harus Paham Berada Pada Jaman Modern Tetapi Kerusakan Lingkungan Luar Biasa

Generasi Muda Harus Paham Berada Pada Jaman Modern Tetapi Kerusakan Lingkungan Luar Biasa

Kamis, 28 November 2019, 7:04:00 PM
Pasang iklan




Vnews.co.id - Bandung Barat,Sungai Citarum menjadi sangat vital bagi Indonesia khususnya masyarakat Jawa Barat, karena sungai ini mengairi 11 Kabupaten dan Kota, mengairi 420 hektar sawah, dengan luas DAS sekitar 6614 Km2 Citarum memproduksi listrik Nasional 1888 MW.

Hal itu diungkapkan oleh Dansektor 9 Kolonel Inf Amir Mahmud pada saat sosialisasi lanjutan Citarum harum  dihadapan 100 siswa SMK Kesehatan Fajar Kencana Kecamatan Batujajar Kab. Bandung Barat, Kamis (28/11).

Pada sosialisasi lanjutan Citarum kali ini, selain Dansektor 9 Kolonel Inf Amir Mahmud juga menghadirkan Adi Setiawibowo Kasie LB3 DLH Kab Bandung Barat dan Nana bagian BP SMK Kesehatan Fajar Kencana.


Masih menurut Dansektor 9," Kita sebagai generasi muda harus paham, kita berada pada jaman modern tetapi kerusakan lingkungan sangat luar biasa, terutama aliran sungai Citarum".

Bagaimana kondisi Citarum yang sangat Vital ini bisa rusak parah," karena Citarum setiap harinya menjadi tempat pembuangan 280 ton limbah industri, maka air sungai menjadi hitam dan beracun, ditambah lagi dengan limbah domestik dan peternakan yang seenaknya dibuang begitu saja ke aliran Citarum," ujar Dansektor 9.

" Kalau kita melihat dari hulu, ada ribuan hektar lahan yang sekarang sudah kritis, tidak ada lagi daerah resapan air, maka ketika hujan air langsung mengalir kebawah dengan deras sambil membawa lumpur masuk ke Citarum, maka jadilah pendangkalan, dan itu sudah terjadi berpuluh puluh tahun," Ucap Kolonel Inf Amir Mahmud.

" Sebagai sungai strategis maka pemerintah langsung mengambil tindakan dengan mengeluarkan Perpres no 15 tahun 2018 tentang percepatan pencemaran dan pengendalian DAS Citarum, sebagai upaya untuk mengembalikan Citarum kepada kondisi normal," Tuturnya.

Sementara itu, Dansektor 9 menyampaikan tentang kondisi industri yang berada di sektor 9, menurutnya sudah 11 pabrik nakal yang ditutup saluran pembuangan limbahnya.

" Saya akan bertindak tegas, kalau masih membuang limbahnya tanpa melalui pengolahan, akan saya tutup permanen saluran pembuangannya," Tegas Kolonel Inf Amir Mahmud.

Diakhir paparannya, Dansektor meminta kepada semua siswa yang hadir untuk mengabarkan kembali hasil dari sosialisasi hari ini tentang Citarum kepada keluarga dan kerabat dekat, juga kepada tetangga, hal itu bisa mempercepat pemulihan Citarum.

Pada kesempatan yang sama, Adi Setiawibowo menyampaikan beberapa tahapan tentang mengolah sampah sebelum dibuang ke TPA atau TPS.

" Pilihlah sampah rumah tangga sebelum dibuang, karena dari limbah yang dipilah, ada nilai ekonomisnya, lakukan lah 3R," Imbuhnya.

" Nanti kita akan lakukan penyuluhan tentang Bank sampah, saya berharap Sekolah ini juga berperan aktif membangun Bank sampah, tinggal jadwalkan saja kapan mau diadakan penyuluhan," Tandas Kasie LB3 DLH Kab Bandung Barat.

Kegiatan sosialisasi di SMK Kesehatan Fajar Kencana, Dansektor berkenan langsung memberikan bahan kontak berupa kaos dan topi serta famplet, acara diakhiri dengan pembacaan do'a dan foto bersama.
(Pendam III/Siliwangi).

TerPopuler