Pengelolaan Dana Desa ( DD ) Desa Lahunggumbi Kab- Konawe Patut di telusuri

Pengelolaan Dana Desa ( DD ) Desa Lahunggumbi Kab- Konawe Patut di telusuri

Sabtu, 28 Desember 2019, 7:47:00 PM
Pasang iklan


Vnews.co id - Konawe ( Sultra),Sejak diberlakukan UU No 6 tahun 2014, desa telah diberikan kewenangan mengelola keuangan secara mandiri. Ini baru terjadi sejak 72 tahun Indonesia merdeka.

Di sisi yang lain, kewenangan ini tentu tidak mudah, apalagi baru tiga tahun desa belajar mengelola keuangan dan pembangunan secara mandiri dan swakelola.

Seiring dengan itu pula, sejak tahun 2015, 2016 dan tahun 2017, berbagai potensi masalah terjadi.

 Konflik antar kelompok masyarakat terbangun. Di sisi yang lain, hubungan sosial menjadi renggang.

Potensi konflik bukan hanya saja dipicu oleh kurangnya sumber daya aparatur dalam pengelolaan keuangan desa, tapi juga akibat moralitas yang minim serta kecurigaan masyarakat meningkat akibat kurangnya transparansi.

Efek tersebut bukan hanya berefek pada konflik sosial, tetapi juga berimbas pada terbukanya ruang korupsi di desa dengan berbagai bentuk dan pola.

 Di samping kontrol dan pengawasan masyarakat yang lemah.
Bahkan secara nasional menurut

 lembaga Indonesian Corruption Watch (ICW), hingga tahun 2018 tercatat sedikitnya sudah ada 181 kasus korupsi dana desa dengan 184 tersangka korupsi dan nilai kerugian sebesar Rp 40,6 miliar,
Selebihnya tercatat 900 kepala desa bermasalah dengan hukum. 

Angka ini tentu menjadi keprihatinan bersama.
Sebagian lainnya terpaksa masuk dalam jeruji besi akibat terbukti menyalahkan pengelolaan keuangan desa yang tidak sesuai dengan aturan.

 Kasus ini terjadi di hampir kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

Bila dilihat dari banyaknya pola korupsi dana desa, memang sulit dihindari dengan berbagai faktor.

 Terutama minimnya pengawasan dan kemampuan mengawasi dengan 74 ribu lebih desa di Indonesia.
 
Selain pengawasan, minimnya pengetahuan dan kapasitas aparatur dalam melakukan pelaporan keuangan desa sesuai dengan aturan yang berlaku menjadi penyebab, termasuk lemahnya penggunaan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang sudah diluncurkan oleh Kementerian Desa.

Berdasarkan hasil penelusuran awak Media ini,sabtu,28 12/2019

Salah satu Desa yang ada di Kab-Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara,yakni Desa Lahunggumbi Kec-Pondidaha,setelah di telusuri pembangunanya tidak begitu nampak sehingga patut untuk di pertanyakan mengingat Kades Lahunggumbi sudah memegang jabatan 2 priode namun pembangunanya belum begitu nampak sementara Dana Desa yang telah di gelontorkan ke Desa ini sudah mencapai angka Myliaran,terhitung sejak 2015 hingga sampai 2019.

sementara itu beberapa warga yang di temui membeberkan,Desa ini tidak transparans dalam mengelola Dan Desa di mana yang mestinya sebelum memutuskan item item kegiatan apa yang harus prioritaskan masyarakt tidak di libatkan baik swakelolanya.,maupun musyawarah dusun ( Musudus)

Semntara badan Usaha milik Desa (BUMDES )sampai saat ini juga tidak di ketahui pengelolaanya dalam arti lain di katakan warga sudah tidak jelas ( Puso)


Hingga berita ini di muat pihak media ini masih terus melakukan upaya konfirmasi ke pada pihak terkait sehingga ada balance pemberitaan.


Penulis : Hendra SH

TerPopuler