permandian bernuansa Bali pertama di Sultra ada di Konawe

permandian bernuansa Bali pertama di Sultra ada di Konawe

Minggu, 15 Desember 2019, 5:08:00 PM
Pasang iklan



Vnews.co.id - KONAWE,(SULTRA),Anda berkeinginan untuk berwisata di Pulau Bali namun terkendala biaya, tak perlu khawatir.
 Kini sudah ada tempat wisata Taman Loka Mandiri, sebuah permandian bernuansa Bali yang pertama di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Taman Loka Mandiri terletak di Desa Puasana, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe dan dibangun oleh seorang transmigran asal Bali, I Ketut Loka. Destinasi wisata ini berjarak sekitar 50 kilometer dari ibukota provinsi Sultra, Kendari atau sekira 35 kilometer dari ibukota Kabupaten Konawe, Unaaha.

Permandian ini berada di area seluas 25 are dan terdiri dari sebuah kolam anak-anak, sebuah kolam untuk remaja, serta dua kolam untuk orang dewasa.

Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa berwisata air di tempat ini.
 Anda hanya  perlu mengeluarkan Rp10 ribu saja untuk setiap satu tiket masuknya. Itu berlaku sama, baik dewasa maupun anak-anak.


“Permandian ini sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun dan dikelola oleh individu atau perorangan dalam hal ini keluarga Bapak I Ketut Loka,” kata adik dari sang pemilik, I Ketut Lusmianta.

Menurut Pak Lus, sapaan akrabnya, alasan sang kakak membuka usaha permandian atau wisata air ini agar bisa memberdayakan keluarga untuk kemajuan perekonomian keluarga."bebernya

“Kami beralih dari petani sawah yang tak menentu hasilnya, lalu mencoba usaha ternak ayam. Dan mencoba membentuk usaha kecil berskala keluarga dan menyenangkan anak anak. Alhasil terbentuklah kolam yang sederhana ini,” ucapnya.

Pak Lus menjelaskan bahwa di hari-hari biasa, pengunjung yang datang ke tempatnya dapat mencapai 50 orang. Berbeda dengan hari libur atau hari Minggu, pengunjung bisa mencapai 500 orang. Bahkan di hari raya seperti Idul Fitri jumlahnya dapat mencapai tiga kali lipat dari libur weekend.

“Dari hasil dana kunjungan tersebut selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga. Selebihnya digunakan untuk membangun tempat suci selayaknya rumah adat bali yang ada disebelahnya, difungsikan sebagai tempat pemujaan dan peribadatan serta sebagai tempat kerukunan antar umat beragama. Semoga bisa berjalan sesuai rencana"tutupnya

( Hendra )

TerPopuler