Bupati Benny Laos pimpin upacara Hari amal bakti ke 74 di kabupaten pulau Morotai

Bupati Benny Laos pimpin upacara Hari amal bakti ke 74 di kabupaten pulau Morotai

Jumat, 03 Januari 2020, 7:31:00 AM
Pasang iklan



Morotai-upacara memperingati hari amal Bakti ke-74 Kementerian Agama Republik Indonesia di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai dengan mengambil tema umat rukun Indonesia maju yang dihadiri langsung oleh Bupati Benny Laos wakil bupati H. Asrun Padoma,Sekretaris Daerah M. Karie, forkopimda dan assisten,staff ahli,staff khusus dan  jajaran SKPD lingkup  Kabupaten Pulau Morotai,kamenag H. Hasim, Kamis 3/1/2020

Dalam pidato menteri agama yang di bacakan oleh Bupati pulau Morotai
Hari ini, kita memperingati tonggak peristiwa penting yang mempunyai arti khusus bagi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kaidah dan nilai-
nilai kehidupan beragama, yaitu Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama merefleksikan rasa syukur kita kepada Allah SWT, 
Tuhan Yang Maha Esa, dan penghargaan terhadap jasa-jasa para perintis dan pendiri Kementerian 
Agama. Kita semua bisa berdiri di tempat ini, tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan generasi  terdahulu.Kementerian Agama dibentuk pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama Haji 
Mohammad Rasjidi. 

Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik bangsa Indonesia 
mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan. Sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan, Kementerian Agama hadir dalam rangka pelaksanaan pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. 

Saudara-saudara yang berbahagia,
Undang-Undang Dasar negara kita, pasal 29, menegaskan: “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang 
Maha Esa.” dan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-
masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”
Ketentuan tersebut mengandung pengertian danmakna sebagai berikut:
Pertama, dasar Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan fundamen moral yang harus melandasi penyelenggaraan negara, pemerintahan dan  pembangunan serta menyinari seluruh ruang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Kedua, negara secara aktif melindungi hak dan kewajiban beragama dalam masyarakat serta kemerdekaan beribadat bagi setiap pemeluk agama.
Dalam negara Pancasila, siapa pun dengan alasan apa pun tidak diperkenankan melakukanpropaganda anti-agama, penistaan terhadap ajaran 
agama dan simbol-simbol keagamaan, menyiarkan agama dengan pemaksaan, ujaran kebencian dan 
kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda. 

Demikian pula segala kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan kaidah agama dan ideologi negara. Saudara-saudara sekalian,
Agama dan Negara saling membutuhkan dan saling mengokohkan untuk kebahagiaan hidup manusia. Sejarah dunia sampai abad kedua puluh hanya mengenal dua teori menyangkut hubungan agama dan negara, yaitu “teori integrasi”, penyatuan agama dengan negara, dan “teori sekularisasi”, pemisahan agama dengan negara. Para founding fathers negara kita dengan bimbingan Allah Yang Maha Kuasa mengenalkan teori alternatif, yaitu “teori akomodasi” menyangkut hubungan agama dan 
negara yang belum dikenal saat itu di negara mana pun.


Saya perlu menegaskan disini bahwa penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan, tetapi harus dalam “satu kotak” untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara. 
Penguatan identitas keagamaan bila dipisahkan dari spirit bernegara dapat melahirkan radikalisme beragama. Sebaliknya penguatan identitas bernegara bila dipisahkan dari spirit beragama dapat memberi peluang berkembangnya sekularisme dan liberalisme. Keshalehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain. Kita dapat 
menjadi umat beragama yang shaleh sekaligus menjadi warga negara yang baik. Saya ingin mengutip pesan Pahlawan Nasional almarhum Jenderal Besar TNI Dr. Abdul Haris Nasution yang sangat relevan dengan misi yang dijalankan oleh Kementeian Agama,
yakni, “Sebagai negara baru kita tidaklah sekadar ingin mengejar ketertinggalan terhadap negara-
negara maju, melainkan sebagai orang beriman kita ingin membangun kehidupan bermartabat spiritual 
dan material dengan ridla Allah.”
Saudara-saudara sekalian, Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun 2020 ialah, “Umat Rukun, Indonesia Maju”, saya mengajak seluruh jajaran  Kementerian Agama di Pusat dan di Daerah, agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di Tanah Air.  Kerukunan antar umat beragama merupakan modal kita bersama untuk membangun negara dan menjaga 
integrasi nasional.
 
Kementerian Agama hadir untuk melindungi kepentingan agama dan semua pemeluk agama. Untuk itu, seluruh jajaran Kementerian Agama harus bisa mengawal dan mengembangkan peran strategis Kementerian Agama secara kontekstual di tengah masyarakat. 
Dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya ditegaskan, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.” Pembangunan jiwa disebut lebih dulu daripada pembangunan raga atau 
fisik. Tugas utama Kementerian Agama adalah membangun jiwa manusia sebagai landasan terbentuknya mental bernegara yang baik. 

Meskipembangunan infrastruktur fisik juga dilakukan oleh Kementerian Agama, namun itu dalam rangka 
menunjang pembangunan jiwa. Kementerian Agama menyelenggarakan dua fungsi strategis, yaitu fungsi agama dan fungsi pendidikan. Selama tujuh dekade perjalanan sejarah Kementerian Agama banyak perubahan dan kemajuan yang dicapai dalam spektrum tugas yang begitu luas, seperti dalam fungsi bimbingan 
masyarakat beragama, pelayanan nikah, pembinaan pengelolaan zakat dan wakaf serta dana sosial keagamaan lainnya, penyelenggaraan ibadah haji, 
pendidikan agama dan keagamaan di semua jenjang, penelitian dan pengembangan serta kediklatan, 
pembinaan kerukunan antar umat beragama, penyelenggaraan jaminan produk halal serta penguatan tata kelola manajemen dan organisasi
sesuai dengan agenda Reformasi Birokrasi. Seiring dengan agenda Reformasi Birokrasi, Restrukturisasi dan Penyederhanaan Birokrasi, kita 
semua dituntut untuk terus beradaptasi dengan tuntutan perubahan dan percepatan pelayanan publik yang mengedepankan prinsip efisiensi, transparansi dan akuntabilitas serta bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).
Saudara-saudara sekalian, Dalam kesempatan memperingati Hari Amal 
Bakti Ke-74 Kementerian Agama, secara khusus saya mengajak jajaran Kementerian Agama di seluruh 
Indonesia untuk memperhatikan 6 (enam) hal sebagai berikut:

1. Pahami sejarah Kementerian Agama serta regulasi, tugas dan fungsi kementerian ini dalam konteks relasi agama dan negara;

2. Jaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kementerian Agama di tengah arus kehidupan yang serba materialistis, selaraskan antara kata dengan perbuatan, sesuaikan tindakan 
dengan sumpah jabatan;

3. Tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah sebuah kemuliaan;

4. Perkuat ekosistem pembangunan bidang agama antar sektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama institusi pemerintah, tokoh agama,
organisasi keagamaan dan segenap elemen masyarakat;

5. Rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama sejalan dengan falsafah 
Pancasila yang mempersatukan anak bangsa walau berbeda ras, etnik, keyakinan agama dan golongan. 

6. Implementasikan Visi dan Misi Pemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua 
unit kerja pusat, daerah dan Perguruan Tinggi Keagamaan.

Saudara-saudara sekalian, Selanjutnya, pada kesempatan ini perkenankan 
saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mitra kerja Kementerian Agama, terutama DPR-RI dan DPD-RI, BPK, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Para Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia, majelis-majelis agama, organisasi kemasyarakatan, lembaga dakwah, serta rekan-rekan media, atas 
dukungan dan kerjasamanya membantu kelancaran tugas dan program Kementerian Agama. Utamanya,tentu tidak lupa saya sampaikan ucapan terima kasih
dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh aparatur Kementerian Agama, baik yang masih aktif maupun 
yang telah purna bakti Akhirnya, saya meminta kepada segenap aparatur Kementerian Agama, berikanlah seluruh kemampuan yang saudara-saudara miliki untuk semakin dekat melayani umat dan menjaga nama baik Kementerian Agama.Semoga pengabdian saudara-saudara kepada 
negara, bangsa dan agama selalu mendapat ridla Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Selamat memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama.
Sekian dan terima kasih.

Wabillahit taufiq wal hidayah 
Wassalamu’alaikum wr. wb. Jakarta, 3 Januari 2020
Menteri Agama RI,
Fachrul Razi. 

Selain upacara kementerian agama kabupaten pulau Morotai juga menampilkan tari-tarian adat pulau Morotai di akhir kegiatan.(Oje)


TerPopuler