Korban PHK Valesto Adukan Nasib Ke DPRD

Korban PHK Valesto Adukan Nasib Ke DPRD

Rabu, 15 Januari 2020, 5:35:00 PM
Pasang iklan




Vnews.co.id - Purwakarta, Tak mendapat respon positif dari Disnaker Purwakarta dan perusahaan terkait, korban PHK sepihak oleh PT. Velasto Indonesia. Warman Adipura (27) mengadukan nasibnya ke wakil rakyat di DPRD Purwakarta, Rabu (15/1).



Dalam pengaduannya, karyawan kontrak warga Perum Purnayuda, Desa Ciwangi Kecamatan Bungursari itu mendapatkan advokasi dari MPC Pemuda Pancasila Purwakarta.


Namun disayangkan, pihak terkait yang berhubungan dengan permasalahan tersebut dalam hal ini Disnaker Purwakarta dan manajemen PT. Velasto Indonesia tidak hadir pada agendea audensi yang diterima oleh Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta, Said Ali Azmi dan jajarannya itu.


"Padahal para pihak sudah diundang, kami melihat tidak ada keseriusan dari perusahaan maupun disnaker untuk menyelesaikan permasalahan yang menimpa buruh yang kesusahan ini," kata Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila Purwakarta, Asep Kurniawan kepada awak media.


Menurutnya, perusahaan tidak bisa berbuat sewenang-wenang terhadap pekerja, kendati yang bersangkutan sebagai pekerja tidak tetap (outsourcing).


Hasil uji materil terhadap UU 13/2003 mengisyaratkan, bagi para pekerja tidak tetap untuk tidak diberhentikan di tengah jalan, karena kesewenang-wenangan pihak perusahaan. Sebelumnya kami sudah mengadu ke Disnaker bahkan melapor ke pihak kepolisian.


Kata dia, walau pekerjanya tidak tetap, tapi pekerjaannya itu sendiri bersifat tetap, maka perusahaan tidak bisa memutus hubungan kerja di tengah jalan.


"Sebagai contoh pekerjaan cleaning service. Profesi tersebut merupakan pekerjaan yang sifatnya tetap, sehingga perusahaan tidak boleh mempekerjakan karyawan dengan status outsourcing. Berbeda dengan buruh bangunan yang bekerja jika ada yang menyuruh alias tidak tetap," tuturnya.


Dalam keterangannya, Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta, Said Ali Azmi mengatakan, DPRD secepatnya akan mengupayakan musyawarah dan berkomunikasi dengan para pihak terkait. 


"Besok segera kita undang para pihak terkait, agar masalah ini secerpatnya bisa diselesaikan dengan musyawarah yang baik dan dapat diterima oleh semua pihak yang bermasalah," katanya.


Perkara ini berawal dari Warman yang harus menerima nasib sial diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan tempat dia bekerja. Tanpa alasan yang jelas, dia harus keluar sebagai karyawan kontrak di PT. Velasto Indonesia. Perusahaan yang beralamat di Desa Kertamukti Kecamatan Campaka itu memproduksi sparepart kendaraan.


"Saya juga tidak mengerti alasan perusahaan. Kontrak saya setahun. Baru sembilan kerja sudah diberhentikan tanpa alasan yang jelas," kata pria yang tercatat sebagai anggota PP Purwakarta itu.


Pria satu anak itu merasa dizdolimi perusahaan. Ia meminta pihak terkait membantu menyelesaikan permasalahannya. Pasalnya hal ini tidak hanya menimpa dirinya. "Hal serupa juga menimpa karyawan kontrak lainnya," ujarnya.(red)

TerPopuler