Sekretaris Desa Wanayasa Meyakinkan Para Pedagang Alun - Alun Wanayasa Patuh dan Mengikuti Aturan yang Berlaku

Sekretaris Desa Wanayasa Meyakinkan Para Pedagang Alun - Alun Wanayasa Patuh dan Mengikuti Aturan yang Berlaku

Selasa, 21 Januari 2020, 2:33:00 PM
Pasang iklan


Vnews.co.id - Purwakarta
,Pertengahan tahun lalu, pemerintah daerah kabupaten purwakarta menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas peraturan daerah nomor 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. Inti dari perda tersebut adalah penyesuaian tarif retribusi untuk pelayanan pengelolaan sampah.Selasa 21/01/2020

Layaknya aturan baru, biasanya pada implementasinya terdapat berbagai pertanyaan serta ketidakfahaman warga masyarakat, ini dapat dimaklumi sebab mungkin sosialisasi atas perda tersebut tidak terlalu massive dilaksanakan oleh pihak yang diberi wewenang untuk soliasisasi tersebut.

Sebagai contoh, di Desa Wanayasa misalnya, tak hanya warga masyarakat, bahkan aparatur desa termasuk para ketua RT/RW dan para kepala Dusun masih kurang memahami bagaimana pengelolaan retribusi persampahan termasuk terdapatnya kenaikan tariff tersebut. Akibatnya terjadi beberapa kesalahfahaman baik di masyarakat maupun internal para aparat desa yang ditugasi menjadi kolektor keuangan sampah di wilayahnya masing-masing.

Hal tersebut disikapi secara baik oleh Sekretaris Desa Wanayasa, Ikhsan Firmansyah. Pihak Desa melalui inisiatifnya melakukan pertemuan/rapat khusus membedah perda terbaru tersebut. Ikhsan memberikan pemahaman mengenai mekanisme pungutan retribusi sampah kepada para ketua RT/RW dan kepala Dusun di lingkungan Desa Wanayasa.

Tak hanya itu, ketika terjadi kesalahfahaman antara penagih retribusi sampah dengan para pedagang yang berjualan di sekitar alun-alun Wanayasa, sekretaris desa ini sudi turun langsung ke lapangan, memberikan penjelasan dan bahkan menegur langsung pedagang yang menolak membayar retribusi sampah. Dengan gayanya yang supersantai namun tegas, Sekretaris Desa ini dapat meyakinkan para pedagang untuk patuh dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan
Diketahui pegawai Desa yang satu ini juga tak segan melayangkan surat teguran kepada salah satu pedagang pendatang yang membandel. Seorang Pedagang Pecel asal Jawa tengah contohnya, selalu membuang sampah setiap malam diluar jadwal pembuangan sampah yang telah disepakati dan bahkan yang bersangkutan menolak membayar retribusi sampah. Keluhan ini disampaikan ketua RT 06 Desa Wanayasa dan pada saat yang bersamaan langsung diberikan surat himbauan sekaligus teguran kepada yang bersangkutan.

“Kita mempersilakan siapa saja mencari nafkah di Desa kami, dengan satu syarat ya mereka harus patuh terhadap aturan-aturan yang ditetapkan,Ini tidak semata untuk mendidik warga tetapi juga mencegah terjadinya kecemburuan sosial serta konflik di masayrakat” Ujar Ikhsan.

Kedepannya Pemerintah Desa Wanayasa berharap masyarakat lebih menjaga lagi kebersihan lingkungan terutama berdisiplin dalam hal membuang sampah, serta meningkatnya kesadaran untuk patuh terhadap aturan.

Ditanya media mengenai kemungkinan pengelolaan sampah mandiri, Ikhsan menjawab: “Kedepannya bisa saja, kita akan coba mempelajari management sampah mandiri, baik pengelolaan sampahnya itu sendiri, keuangan serta hal-hal lainnya. Jika lebih efektif dan telah memungkinkan kedepannya kita akan coba terapkan sistem pengelolaan sampah mandiri dan ini tentunya harus ada dukungan dari segenap lapisan masayarakat”(Red)

TerPopuler