Karateker kades Aru burung tidak membayar gaji staf desanya selama tiga bulan tanpa kejelasan

Karateker kades Aru burung tidak membayar gaji staf desanya selama tiga bulan tanpa kejelasan

Selasa, 25 Februari 2020, 10:55:00 AM
Pasang iklan




Vnews.co.id - Morotai , Salah satu Perangkat Desa Aru Burung, dalam jabatan Seksi Perencanaan Desa keluhkan selama 3 bulan ganjinya tidak di bayar oleh Pemerintah Desa Aru Burung Kecamatan Pulau Rao.

Otniel Abdula yang merupakan Seksi Perencanaan Desa Aru Burung kepada media ini. Selasa (25-02-2020) mengatakan bahwa gaji selama 3 bulan tidak di bayar oleh Pemdes Aru Burung mulai dari bulan 10 sampai desember 2019.

Setelah itu, Karateker Kepala Desa Ferdi Saya dan Ketua BPD datang dan meminta saya katanya silakan cek bank, karena gaji saya sudah ditranfer, namun hingga detik ini gaji saya belum di tranfer.

Sementara perangkat desa yang lain, lancar terima gaji dari bulan 10 sampai desember 2019, hanya saya punya yang tidak di bayar.

Mungkin saja, masalah di saya itu karena Dapur Sehat, karena Dapur Sehat saya belanja sendiri, sementara mereka (Pemdes) menginginkan mereka yang belanja yakni Karateker Kepala Desa dan Bendahara.

Roy George Anthony menambahkan seharusnya Pembelanjaan RTLH dan Dapur Sehat itu arahan DPMD Morotai bahwa Kepala Desa tidak boleh intervensi namun fakta dilapangan masih ada Kades yang intervensi. Maksud dari hal ini adalah Negara hadir untuk rakyat.

Lanjut Otniel hampir rata-rata Pembelanjaan bahan bangunan RTLH dan Dapur Sehat Pemdes melakukan pembelanjaan.

Untuk Pembangunan Bantuan RTLH dan Dapur Sehat Tahun 2018 semuanya berjalan baik 100 persen, akan tetapi pada Tahun 2019 semuanya tidak berjalan 100 persen.

Di samping itu, Viar Desa juga di tahan oleh Pengusaha Kecil (Pian Malaku) karena gara-gara hutang desa yang belum sempat di bayar.

Diketahui Pembuangan sampah di Desa Aru Burung tersebut dilakukan di tepian Pantai karena tidak disediakan tempat pembuangan sampah, sementara karateker kepala desa Aru burung ketika di konfirmasi media ini melalui telepon pihaknya tidak menjawab hingga berita ini di tayangkan.(oje)

TerPopuler