Pendidikan Anak Bangsa Dijajah Pejabat Negara

Pendidikan Anak Bangsa Dijajah Pejabat Negara

Minggu, 15 Maret 2020, 2:07:00 PM
Pasang iklan

Oleh Nata Sutisna Mahasiswa Tunisa.

Teringat perkataan Gusdur " Menghindarkan kerusakan / kerugian diutamakan atas keberhasilan yang membawa keuntungan (dar'ul mafâsid muqoddam 'al' jalbil masholih) "

Perkataan tersebut senada dengan kaidah ushul fiqih : dar'ul mafâsid aulâ min jalbil mashôlih”, merupakan kaidah fiqh cabang, dari kaidah cabang “adh-dhororu yuzâlu” (Bahaya haruslah dihilangkan). Al-Mafâsid adalah berbagai hal yang menimbulkan bahaya, dan bahaya itu sendiri, atau "dharar" atau "dhirar", sesuatu yang melukai, menimbulkan kesulitan, kesempitan, atau memunculkan kesulitan pada diri seseorang; atau berdampak pada masyarakat luas atau orang lain .

Sebagaimana dikatakan oleh A Gugun Gumilar "Mengapa sejak awal pemerintah malah menutup-nutupi? merasa bahwa hal ini adalah aib padahal sudah ada tamparan secara tersirat dari seorang profesor asal harvard university amerika. Dan kenapa jawaban Indonesia malah "tersinggung" bahkan sebagian mencaci profesor tersebut".

Akibat gila harta dan jabatan sejak awal, sehingga merasa "kekayaan pribadi lebih berharga daripada nyawa orang lain"
Sekarang apa yang terjadi ?
Pemerintah kelabakan bahkan bapak menteri nya sendiri sudah positif terkena virus tersebut. " semoga cepat sembuh"

Ayo dong pahami kembali asas menjadi seorang pemerintah yang dipercaya oleh rakyat, digaji oleh rakyat , lalu mengabdi kepada rakyat . Jangan jauh2 minimal menanamkan hadits ini aja " khoirunnaas anfa'uhum linnaas " yang artinya sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Jangan ada kepentingan kelompok tertentu apalagi kepentingan pribadi . Fokus kemaslahatan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa ketika menjadi pejabat negara.

Efeknya apa sekarang ?
Harga masker naik, dan barang barang lain ikut naik pula? Jleb " madharat nya semakin merambat kemana mana"
Orang orang berduit bisa membeli masker , membeli sabun sebanyak mungkin untuk cuci tangan. Lalu bagaimana dengan orang orang yang ekonominya menengah kebawah ? Orang orang yang sudah pusing dengan biaya kuliah anaknya lalu sebab kegagapan pemerintah dalam menangani virus membuat semua warga panik luar biasa seraya berkata "boro2 bisa beli sabun sebanyak itu, ataupun masker dll . Sabun dirumah aja satu batang dipakai sekeluarga , biaya kuliah anak aja satu semester belum dibayar"
Dan jutaan rakyat lainnya yang kelaparan. Betapa besar potensi menghilangkan nyawa rakyat yang berharga andai pemerintahnya sendiri kelabakan.

Untuk para pejabat negara "Ingat! Satu nyawa lebih berharga dari pada Ibu Kota baru, daripada debat sana sini memperebutkan harta dan jabatan, memperkaya kelompok yang anda ada didalamnya"

Untuk para gubernur dan bupati" Ingat! Masih banyak anak anak bapak yang harus sekolah tapi tak punya biaya, disisi lain masih banyak anak bapak yang putus sekolah karena tak punya biaya"
Mau ditambah kasus apa lagi pak?

Satu anak cerdas lebih berharga daripada air mancur. Satu anak bisa sekolah lebih berharga daripada festival manggis gratis.

"Sekarang kan pemerintah sudah action"
Loh kemarin kemana aja pak?

Bentar lagi sekolah atau kampus bakal diliburkan nih, anak anak disuruh diam dirumah, jangan ke sekolah, jangan main ke tempat tempat yang banyak orang ngumpul atau jangan ke masjid karena akan menimbulkan penularan.

Lalu apa manfaat yang bisa diambil dari Air Mancur? Dalam kondisi seperti ini?
Andai dari awal fokus memikirkan pendidikan masyarakat. Anak-anak sekolah ke berbagai universitas karena support pemerintah. Lalu nanti lahirlah anak yang cerdas dalam bidang kesehatan, ekonomi, bahkan agama. Segala macam masalah bisa dibantu oleh anak anak tersebut bersama pemerintah nya yang keren.

Tapi mengapa anggaran untuk Air mancur, festival budaya dan pawai pawai lainnya diperbesar. Padahal pendidikan yang pokok, pendidikan yang utama. Apa jangan-jangan pemerintah sudah menelantarkan pendidikan itu sendiri 
? Bagaimana mau membangun Indonesia Emas 2045 kalo pendidikan anak bangsa sendiri dijajah oleh pejabat negaranya sendiri.

Bismillah, ayo bapak presiden , bapak menteri, bapak gubernur, bapak bupati, bapak DPR, bapak DPD fokus!
Tugas bapak mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena bapak sudah diberi amanah maka bekerjalah dengan sigap dan maksimal. Untuk siapa? Untuk bangsa dan negara saat ini, esok, dan seterusnya pak.

TerPopuler