Bupati Benny Laos menyalurkan bantuan tahap ke tiga ke masyarakat dan paket idul fitri di desa cucumare

Bupati Benny Laos menyalurkan bantuan tahap ke tiga ke masyarakat dan paket idul fitri di desa cucumare

Selasa, 19 Mei 2020, 10:52:00 PM
Pasang iklan


Vnews.co.id, Morotai-Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Morotai resmi menyalurkan bantuan bahan pangan tahap III kepada masyarakat. Bupati Benny Laos selaku Ketua Gugus Tugas COVID-19 Morotai turun mengecek kesiapan proses pembagian sembako tahap III dan paket idul fitri. Disela-sela tugas, bupati juga mensosialisasikan data dan mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Cucumare (16/ 05/ 2020).

Di Cucumare, Bupati bersama jajaran gugus tugas  turut menyerahkan paket bahan makanan seperti halnya bantuan tahap II, yang mana setiap paket berisi setiap paket adalah 10 kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng, 1 dus teh (isi 50 sachet)/ 2 dus isi 25 sachet, 1 bks kopi, 2 btg sabun mandi, 1 kaleng susu kental manis, 1 strip multi vitamin, 1 rak telur (ntuk lansia), 1 dus susu untuk bayi/ balita dan/atau untuk ibu hamil serta multi vitamin kusus balita.


Di samping itu, Gugus Tugas juga menyerahkan tambahan paket extra bagi masyarakat yang akan menghadapi lebaran idul fitri 1441. Sehingga kepada mereka diberi tambahan item berupa 2 kg tepung terigu, 1kg mentega, 1 kg gula pasir, 1 botol sirup dan 1 dus daun teh celup. Paket serupa juga akan direplikasi ke seluruh desa  di Kabupaten Pulau Morotai. Gugus Tugas juga akan memberi bantuan tahap ke IV. Bantuan ini akan disalurkan disaat grafik kasus COVID-19 secara nasional mulai landai, atau memasuki masa-masa pemulihan. 


Di hadapan Aparat Desa Cucumare, Bupati memberi arahan terkait BLT. Di sini Bupati Benny Laos menjelaskan syarat-syarat calon penerima BLT yang sesuai dengan petunjuk pemerintah. Ia pun mewanti-wanti agar penerima manfaat benar-benar tepat sasaran dan tidak mendapat bantuan ganda dari pemerintah.

Gugus Tugas sengaja memajang nama calon penerima manfaat BLT untuk diuji publik. Menyusul Edaran Bupati Pulau Morotai nomor 460/ 25/ 2020 tanggal 13 Mei 2020, bahwa setiap eleman masyarakat dituntut berperan aktif dalam memverifikasi daftar calon penerima BLT. “Masyarakat sendiri yang mecoret nama (calon penerima) yang tidak layak”. Kata Bupati. Meskipun demikian, uji publik ini hendaknya dilakukan secara objektif.


Bupati menyedarhanakan metodologi seleksi agar tidak subjektif dalam menilai. Bawa prinsip BLT adalah hanya bagi mereka yang terdampak COVID-19. Misalnya seseorang bekerja di suatu bidang kerja yang karena pandemi ini harus berhenti kerja. Ia pun mencontohkan misalnya petani sawah yang baru panen, tentu tidak mengalami dampak ekonomi di tengah pandemi. Dalam kasus ini, calon penerima meski sehari-hari sebagai petani, namun tetap survive mengahdapi dampak ekonomi ekibat COVID, maka tidak berhak menerima.

Selepas memberi arahan pada aparatur Desa, Bupati bersama jajaran Gugus Tugas bergerak mengunjungi ke beberapa rumah warga penerima bantuan pemerintah.  Daeng Tupu (85) adalah salah satu warga yang disambangi. Daeng Tupu sendiri adalah penerima bantuan dapur sehat dari program pemerintah daerah. Bupati kemudian berkunjung ke petani yang sepekan lalu melaksanakan panen. Bupati menyempatkan waktu berbincang-bincang terkait kendala yang dihadapi. Dalam diskusi Bupati mendapati sejumlah masukan yang nantinya menjadi bahan kebijakan untuk desa setempat.

Pada prinsipnya, pemerintah berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat. Oleh sebab itu, perlu sinergi antara warga dan penyelenggara pemerintahan, agar segala masalah kebutuhan dapat dicarikan solusinya. Pemda membuka ruang pada warga untuk menyampaikan keluh kesah sepanjang itu merupakan kebutuhan. Pemerintah Daerah akan berusaha “Memenuhi kebutuhan bukan keinginan” kata bupati.(oje)


TerPopuler