Dua pelaku penganiayaan anak Dengan Kekerasan di Labuhanbatu terancam 15 tahun penjara.

Dua pelaku penganiayaan anak Dengan Kekerasan di Labuhanbatu terancam 15 tahun penjara.

Senin, 04 Mei 2020, 10:58:00 PM
Pasang iklan


Kapolres Labuhan Batu AKBP Agus Djarot berbincang dengan dua tersangka dirumah tahanan Polres.

Vnews.co.id - Jakarta  04/05/20 Komnas anak : Penganiayaan dengan kekerasan dan diikuti penyiksaan dengan cara  membuang korban pada posisi pinsan ditepi jalan merupakan tindak pidana kekerasan dan percobaan pembunuhan.

Atas kasus ini, Komisi Nasional Perlindungan anak Indonesia meminta Polres Labuhanbatu, Sumatera Utara,  demi keadilan bagi korban menjerat pelqku dengan UU RI Z Nomor : 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto UU RI  Nomor : 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Tindak Pidana Anak (SPPA) dengan ancaman kurungan Pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.


Korban A (14) AP (16) setelah dievakuasi dari pinggir jalan ke Puskesmas dalam kondisi luka da tidak sadarkan diri.

Mengingat kasus penganiayaan dengan kekerasan, penyiksaan dan diikuti  dengan percobaan pembunuhan terhadap anak 2 orang anak masing-masing berinisial A (14) dan AP (16)  dengan cara membuang korban ditepi jalan dalam kondisi pinsan merupakan tindak pidana yang ancamannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara  Komnas Perlindungan Anak mendesak segera Polres Labuhanbatu menggunakan hak diskresinya sebagai penegak hukum untuk segera  menindaklanjuti perkara ini dan mencabut status penangguhan penahanan terhadap dua pelaku, demikian disampaikan aArist Merdeka Sirait Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia melalui rilisnya yang di disampaikan kepada sejumlah media di Jakarta Senin 4 Mei 2020.


Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

"Saya percaya  bahwa Polres Labuhanbatu AKBP Agus Djarot berkomitmen akan segera melimpahkan kasus ini  dengan menyerahkan  barang bukti yang cukup diikuti menyerahkan kedua tersangka kepada Jaksa"  jelas Arist.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Labuhan Batu Muhammad Azhar Harahap menjelaskan bahwa Kasus ini berawal ketika korban  A (14) dan AP (16) kedapatan mengambil BBM jenis solar di rumah tersangka sebanyak 5 liter  kemudian tersangka masing-masing AC dan DY warga Lingkumgan VI, Kelurahan  Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara melakukan pemukulan terhadap korban hingga ditemukan  warga dalam keadaan pingsan dan babak belur di pinggir jalan, lalu warga membawa korban ke Puskesmas terdekat. 

Mendengar cerita korban warga setempat kemudian  mengamuk dan merusak rumah toko milik tersangka dan tetangganya. 

Demi penegakan dan keadilan  hukum bagi korban Komnas Perlindungan Anak dan LPA Labuhanbatu akan memberikan pendampingan dan terus mengawal  kasus ini sampai ke putusan Pengadilan, jelas Ashar kepada sejumlah media di Labuhan Batu. (red)

TerPopuler