GSC Berikan Support Stafsus Harus Punya Akhlak, Dion : Karakter Itu Ada Di Gugun Gumilar

GSC Berikan Support Stafsus Harus Punya Akhlak, Dion : Karakter Itu Ada Di Gugun Gumilar

Jumat, 01 Mei 2020, 10:44:00 PM
Pasang iklan
Vnews.co.id - Akhir-akhir ini makin marak di beberapa media yang memberitakan pengunduran Staf Khusus (Stafsus Milenial) Presiden Jokowidodo. Termasuk Andi Taufan Garuda Putra mengaku mundur karena ingin mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama usaha mikro dan kecil Belva Syah Devara mundur usai muncul polemik Ruangguru sebagai mitra Kartu Prakerja. 

Namun, pada saat yang sama-pun ada beberapa media yang mengabarkan bahwa Gugun Gumilar, Mahasiswa Indonesia yang tengah menyelesaikan pendidikan Doktor-nya di Dublin dinobatkan akan menjadi pengganti Stafsus Milenial yang mengundurkan diri tersebut.

Direktur Eksekutif Global Strategic Center (GSC), Murdiono, mendukung maju-nya. Gugun Gumilar yang dikenal sebagai Duta Muda PBB pada tahun 2013-2014 untuk menjadi Stafsus Milenial pengganti.

"Menjadi stafsus milenial itu selain menjadi anak muda yang brilian, yang cerdas, dan memiliki reputasi serta prestasi yang sangat baik, selanjutnya mempunyai integritas, pengabdiannya sangat tinggi untuk bangsa, dan harus punya akhlak sesuai di gemborkan jargon pada kabinet indonesia maju ini "Akhlaknya mana?", membantu presiden untuk kemaslahatan bersama dan menggerakan kaum milenial, karakter itu ada pada diri Gugun Gumilar". Ucap Murdiono

Tak hanya itu, beberapa faktor yang menjadikannya untuk mendukung Gugun Gumilar yang juga selaku Putra Terbaik Bangsa Indonesia asal Kabupaten Purwakarta dan Pendiri NGO kepemudaan Indonesian Demokraci and Education (IDE) itu, Dion Murdiono menegaskan bahwa Gugun sangat pantas untuk menjadi Stafsus Milenial Presiden Jokowidodo.

Gugun Gumilar pernah pidato mewakili pemuda Indonesia di markas PBB pada tahun 2014 dan tahun 2015. Ia juga pernah pidato di Gedung Parlemen Amerika Serikat pada tahun 2013.

"Selama ini saya sering bersama Gugun Gumilar, dalam beberapa Acara tarap Nasional dan Internasional yang bertema kebangsaan, toleransi, kemajuan desa tertinggal, dan sering memberikan dorongan kepada seluruh pemuda senusantara untuk berkarya dan mengabdi untuk bangsa, saya tidak meragukan lagi dalam melihat karakter dan reputasinya sangat baik". Pungkasnya

Pemuda bernama Gugun Gumilar sudah tidak asing lagi di kalangan diplomat Amerika. Ia pernah menjadi tokoh pemuda Indonesia yang diundang oleh Departemen Amerika Serikat pada 7 hingga 11 Mei 2016 untuk diskusi dengan Deputy Secretary of the State Department Antony Blinken Congressman (DPR) Rick Nolan, dan Center for Strategic International Studies, Richard Sorrow.

Gugun Gumilar lahir di Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia pada 20 April 1989. Ia memperoleh gelar MA dalam the study of religion dengan predikat cum laude di Hartford, Amerika Serikat pada tahun 2014. Selain itu juga dikenal sebagai intelektual muda, Aktivis Pemuda Indonesia, Pemimpin Muda Global Indonesia, dan Pendiri/Direktur Eksekutif Institut Demokrasi dan Pendidikan (IDE) Indonesia.

Di kutip dari berbagai berita Voice of America (VoA) di Washington DC, Gugun sering mengisi kegiatan diskusi VoA dan disiarkang langung ke stasiun televisi di Indonesia.(Red)

TerPopuler