Penerima BLT kemensos RI adalah PNS dan orang sudah meninggal

Penerima BLT kemensos RI adalah PNS dan orang sudah meninggal

Selasa, 12 Mei 2020, 7:56:00 PM
Pasang iklan

Vnewa.co.id -  MOROTAI, Tercatat puluhan nama aparat desa, PNS dan istri aparat desa di Pulau Morotai adalah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kementrian Sosial sebesar Rp 600 ribu perbulan.

Hal tersebut dibenarkan Sekertaris Dinas Sosial Kabupaten Pulau Morotai, Farida Umar, kepada TIMES Indonesia saat dikonfirmasi diruang kerjanya, di Desa Juanga, Selasa siang, (12/5/2020).

"Iya benar, hal tersebut diketahui setelah usai penyaluran oleh kantor POS, banyak masyarakat yang lebih berhak menerima melakukan protes karena mereka tidak dapat. Tetapi, yang dapat aparat desa bahkan ada sejumlah PNS," ungkapnya.

Menurutnya Kemensos tidak menggunakan data terbaru dari Dinsos. Tetapi, menggunakaan data lain diluar sepengetahuan Dinas Sosial.

Lanjut dia, akibatnya menimbulkan keributan di masyarakat karena nyaris seluruh Desa melakukan protes ke Dinsos. Saat ini, kami lagi menurunkan staf melakukan pendataan nama nama yang menerima BLT Kemensos itu untuk ditinjau kembali.

Ia menyebutkan seperti Desa Darame dan Totodoku penerima BLT Kemensos di Dominasi aparat desa dan PNS. Bahkan, menurutnya keluhan masyarakat merata di seluruh Desa di Kecamatan Morotai Selatan sehingga Bupati menghentikan sementara penyaluran ini.

Untuk membuktikan penyaluran BLT Kemensos salah sasaran itu media ini coba melakukan investigasi di salah satu Desa penerima BLT di Kecamatan Morotai Selatan, sebutlah Desa Morodadi, faktanya sangat mencengangkan, pasalnya 90 persen aparat desa adalah penerima BLT Kemensos dan ironinya lagi penerima yang sudah meninggalpun masih mendapatkan BLT.

Kepala Desa Morodadi, Sahrul Abd Salam, saat di Konfirmasi media ini di Kediamannya di Desa Gotalamo, pada Selasa (12/5) sore, terkait stafnya menerima BLT Kemensos dirinya mengakui kebenaran informasi tersebut.

"Iya benar, Perangkat Desa Morodadi masuk daftar penerima BLT dan uangnya sudah di terima melalui kantor POS. Mereka adalah Linmas Desa, Junaidi Hakim, Guru PAUD Ranisa Gapang dan Kaders Posyandu Nurlaili Adam. Selain itu, ada empat istri dari perangkat desa, diantaranya Fitria lanoni istri dari pak RT,
Farial kodobo istri dari petugas kebersihan,
Wati Tutubira istri dari petugas kebersihan,
Rusni Gubadi istri dari pak RT. mereka semua digaji oleh Pemerintah Desa dan tidak layak menerima BLT," terangnya.

Kata Sahrul, dia pun bingung dengan data nama nama penerima BLT Kemensos tersebut diambil dari mana, karena dirinya tidak pernah memasukkan data tersebut.

Menurutnya, data nama nama penerima BLT itu di terima dari Kantor POS, diberikan melalui sekertaris Desa Morodadi dan dimintai nama nama warga yang ada dalam data itu segera ke kantor POS tuk menerima bantuan tersebut.

"Jadi ketika ada komplain dari warga baru saya di telpon sekertaris desa, ternyata benar yang terima adalah aparat desa. Ini semua diluar dugaan Pemerintah Desa. Karena, kami tidak pernah mengusulkan nama nama tersebut," tegasnya.

Dan, tambah Sahrul, banyak Desa di Kecamatan Morotai Selatan yang mengalami seperti Desa Morodadi, dimana aparat Desanya rata rata penerima BLT Kemensos RI.(Oje)

TerPopuler