Polres Karawang Nyatakan Terduga Lecehkan Lambang Negara Mengalami Ganguan Kejiwaan

Polres Karawang Nyatakan Terduga Lecehkan Lambang Negara Mengalami Ganguan Kejiwaan

Selasa, 05 Januari 2021, 3:58:00 AM
Pasang iklan





Vnews||KARAWANG,Polres Karawang lakukan penyidikan terhadap terduga pembuat video yang sempat Viral oleh seorang perempuan yang melecehkan lambang negara Republik Indonesia dan diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Karawang.

Setelah mengetahui kejadian tersebut pada hari Sabtu tanggal 2 januari 2021, Unit Satuan Reserse Kriminal Polres Karawang langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku seorang perempuan Inisial A (40) dirumahnya di Desa Sukamerta, Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat.

Kapolres Karawang AKBP. Rama Samtama Putra, S.I.K.M.H.M.MSi, mengungkapakan pihaknya sudah terima hasil pemeriksaan dari dokter ahli Psikolog atau psikiater menyatakan bahwa terlapor inisial A (40) kasus penghinaan terhadap lambang negara Pancasila burung garuda, hasilnya yang bersangkutan dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan aktif.
“Artinya ada sesuatu gangguan dalam kondisi berpikirnya tetapi tidak membuat kebodohan,”terangnya.

Ia menambahkan, bahwa inisial A direkomendasikan untuk direhabilitasi di rumah sakit jiwa. Oleh karena itu tadi pagi tim kami telah melakukan pendalaman mengantarkan yang bersangkutan ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan rehabilitasi
dan kita masih terus melakukan pendalaman terhadap dugaan inisial A,"
jelas Kapolres kepada awak media di depan halaman Makopolres Karawang. Senin (04/1/2021) Sore.


Sementara, Reserse Kriminal Polres Karawang, AKP. Oliesta Ageng Wicaksana menambahkan, pelaku sudah kami amankan pada hari Sabtu malam jam 11 dirumahnya kita lakukan pemeriksaan.
“Dari hasil pemeriksaan serta keterangan keluarga, perangkat desa maupun warga masyarakat, bahwa yang bersangkutan ini diketahui memiliki gangguan kejiwaan,
orang tua pelaku juga memberikan bukti pengobatan alternatif yang pernah dilakukan oleh ibu pelaku berinisial (AM) ini di Purwakarta selama kurang lebih 1 bulan dan pengobatan terhadap pelaku berhenti karena keterbatasan biaya, sehingga dibawa pulang ke rumah bahkan suami pelaku tidak mengetahui bahwa pelaku memiliki handphone yang digunakan merekam bidio viral tersebut.
Bahkan ketika dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku, jawabannya selalu ngelantur tidak jelas, akhirnya kami berinisiatif melakukan pemeriksaan kejiwaan di dokter ahli yang hasilnya memang ditemukan ada gangguan pada yang bersangkutan.
“Setelah adanya hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit bahwa pelaku mengalami defresi, akhirnya direkomendasikan untuk dilakukan perawatan di Rumah sakit jiwa Cisarua namun proses penyidikan kami tetap lanjutkan,”imbuh Kasat Reskrim.

(Wins)

TerPopuler